Sailing Stones Death Valley
Sailing Stones Death Valley

Death Valley adalah nama padang pasir yang terletak di negara bagian California sob. Padang pasir ini terkenal sebagai tempat percobaan bom atom pertama pada tahun 1945. Death Valley adalah daerah yang sangat panas, kering dan terendah di Amerika Serikat.

Nah, yang menjadi misteri adalah batu-batu yang berada di death valley ini selalu berpindah-pindah tempat, padahal hal itu sangatlah mustahil dengan berat rata-rata 320 kilogram. Banyak orang-orang di seluruh dunia selalu mengaitkannya dengan hal-hal yang berbau magis serta jauh dari nalar manusia pada umumnya.

Bekas geseran yang tergores pada lumpur menjadi bukti kuat bahwa batu-batu disana memang terus bergeser setiap waktu. Banyak pengamatan yang telah dilakukan dalam jangka waktu yang sangat lama dan yang ditemui hanyalah kegagalan dan sulit untuk dijelaskan secara ilmu pengetahuan.

Nah, kali ini Ilmuwan dan sobat yang masih penasaran dengan pergerakan batu tersebut sudah bisa tidur dengan nyenyak. Karena para peneliti dari Scripps Institution of Oceanography sudah memecahkan misterinya. Pada suatu saat peneliti memutuskan untuk memonitor bebatuan itu dengan memasang GPS pada sejumlah batu. Ditambah dengan alat pengintai stasiun cuaca yang memiliki resolusi tinggi yang bisa mengukur riak air untuk interval satu detik saja, alat-alat itu kemudian dipasang pada 15 batu di sana.

Death Valley Rocks
Death Valley Rocks

Penelitian dilakukan pada musim dingin pada tahun 2011 lalu. Kepala penelitian, Ralph Lorenz, mengatakan bahwa eksperimen tersebut merupakan penelitian paling membosankan yang pernah dia lakukan. Pada Desember 2013, Richard Norris, penulis penelitian, serta sepupunya datang ke Death Valley dan menemukan danau yang tertutup air dengan ketinggian sekitar tujuh sentimeter. Akhirnya mereka melihat sebuah keajaiban, batu-batu di hadapan mereka bergerak.

Ternyata batu-batu yang bergerak itu merupakan hasil dari kombinasi peristiwa yang langka. Pertama, Danau yang terisi air harus memiliki ketinggian yang cukup untuk mengambangkan es selama malam-malam di musim dingin, sehingga cukup dangkal untuk mengangkat batu.

Saat malam tiba, temperatur di wilayah itu menjadi turun. Kolam yang berisi air itu akan membeku kemudian lembaran-lembaran es pun terbentuk  menyerupai kaca-kaca jendela  yang cukup tipis untuk bergerak bebas.

Ketika hari mulai cerah, es mulai mencair dan kemudian pecah menjadi gumpalan-gumpalan yang mengambang, dengan angin yang berhembus tipis saja di atas kolam luas itu, ditambah licinnya es yang mulai mencair, batu-batu yang berada di atas kolam terdorong. Meninggalkan jejak di lumpur lunak yang berada di bawah permukaan.

Death Valley Rocks Solved
Death Valley Rocks Solved

Menurut pengamatan, batu-batu itu bergerak lamban, hanya sekitar 2 hingga 6 meter per menit. Sebuah pergerakan yang nyaris tak bisa dilihat dari kejauhan. ” Ada kemungkinan wisatawan benar-benar melihat ini terjadi tanpa disadari,” kata Jim Norris.

Batu-batu itu bergerak ke tempat lain antara beberapa detik sampai16 menit. Dalam salah satu kesempatan, para peneliti mengamati batu yang berada pada bidang seluas tiga kali lapangan bola. Batu itu bergerak terus menerus hingga jarak sekitar 60 meter, sebelum akhirnya berhenti.

Para peneliti yakin bebatuan itu telah berkali-kali bergerak sebelum akhirnya mencapai tempat terakhir. Mereka menduga pergerakan terakhir sebelumnya terjadi pada 2006. ” Sehingga batu dapat bergerakhanya seperjuta waktu saja,” kata Profesor Lorenz.

” Jadi kami telah melihat meskipun di Death Valley  terkenal panas, Es mengambang merupakan kekuatan yang besar untuk pergerakan batu tersebut,” tambah Norris. Namun para ilmuwan itu sebelumnya belum pernah melihat batu-batu besar bergerak dengan mekanisme seperti yang ditemui di Lembah Kematian ini.

Itu dia sob, akhirnya kita bisa tenang sekarang. Intinya janganlah dulu mengaitkan hal-hal yang aneh dengan sesuatu yang berbau magis ya. Bantu share dan support nya jika sobat suka dengan artikel ini, Terima Kasih !