Pengertian Bioteknologi, Jenis dan Manfaatnya

Singkatnya bioteknologi adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (contohnya seperti bakteri, fungi, dan virus) ataupun produk yang berasal dari makhluk hidup (seperti enzim, alkohol) pada proses produksi untuk menghasilkan sebuah barang atau jasa.

Mungkin bagi anda masih asing dengan istilah bioteknologi, meskipun anda sering menggunakannya dalam kehidupan sehari – hari. Bila anda sering memakan makanan seperti tempe, keju, yoghurt, sebenarnya anda sudah menggunakan bioteknologi sehari – hari.

Sebenarnya produk tersebut merupakan bagian dari bioteknologi yang masuk dalam kategori konvensional. Saat ini bioteknologi juga sudah berkembang luas dari konvensional hingga menggunakan teknologi canggih atau modern.

Perkembangan dalam 20 tahun terakhir mengenai materi dan implementasi bioteknologi sebenarnya sudah berkembang pesat dan luas di seluruh dunia. Akan tetapi sebenarnya penerapan bioteknologi sudah ada sejak zaman dahulu bahkan sebelum era modern.

Meski begitu bioteknologi baik pada zaman modern atau sebelumnya memiliki prinsip dasar yang sama mengenai bagaimana bioteknologi bekerja. Baru pada akhir abad ke 20 baru dikenal dengan istilah bioteknologi seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin pesat.

Berdasarkan istilah dan secara umum, bioteknologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup, terutama mikroorganisme (bakteri, jamur, virus) sehingga menjadi barang berguna bagi hidup manusia.

Ilmu bioteknologi termasuk ke dalam ilmu terapan, karena bioteknologi sudah bukan hanya berasal dari ilmu biologi biasa, namun juga merambah kepada ilmu lain seperti biokimia, komputer, rekayasa genetika, dan lain sebagainya.

Ilmu Bioteknologi memiliki cakupan luas, mulai dari sejarah, prinsip dasar, jenis, dan pemanfaatannya bagi  manusia. Ada banyak pengertian, jenis, dan juga cerita panjang mengenai bioteknologi ini. Ada pula dampak positif dan negatif dari adanya bioteknologi.

Melalui tulisan ini kami akan membahas sampai tuntas mengenai apa itu bioteknologi hingga pemanfaatannya yang kami rasa bermanfaat bagi anda.

Pengertian Bioteknologi Menurut Para Ahli

Pengertian Bioteknologi Menurut Para Ahli

Setelah anda mengetahui mengenai arti umum dari bioteknologi, ada baiknya anda lebih memahami apa itu bioteknologi dari beberapa ahli dan etimologi berikut ini :

  1. Kata Bioteknologi mulai dikembangan oleh ilmuwan Hungaria bernama Karl Ereky di tahun 1917. Beliau mencoba menggunakan gula bit hasil fermentasi untuk pakan babi. Gula bit hasil fermentasi adalah bioteknologi yang diberikan pada babi untuk meningkatkan produksi ternak babi pada masa itu. Akan tetapi bioteknologi secara harfiah belum terlalu populer.
  2. Menurut Bull et al. (1982), bioteknologi adalah penerapan asas-asas sains (ilmu pengetahuan alam) dan rekayasa (teknologi) untuk pengolahan suatu bahan dengan melibatkan aktivitas jasad hidup untuk menghasilkan barang dan/atau jasa.
  3. Menurut OECD pada tahun 1982, Bioteknologi adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan kerekayasaan untuk penanganan dan pengolahan suatu bahan  tertentu dibantu dengan agen biologis untuk menghasilkan bahan dan jasa
  4. Bioteknologi adalah sebuah teknik penggunaan organisme hidup atau bagian organisme untuk memproduksi atau memodifikasi sebuah produk dan juga memperbaiki dan meningkatkan sifat tanaman atau hewan atau mengembangkan mikroorganisme untuk kebutuhan / penggunaan khusus khusus (OTA-US, 1982).
  5. Menurut Primrose (1987), secara lebih sederhana bioteknologi merupakan eksploitasi komersial organisme hidup atau komponennya seperti; enzim.
  6. Bioteknologi sendiri secara harfiah terdiri dari dua kata, yaitu ‘bio’ bermakna makhuk hidup dan ‘teknologi’ yang berarti cara atau alat untuk membuat sesuatu. Menurut pendapat dari European Federation of Biotechnology, bioteknologi adalah gabungan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang memiliki tujuan untuk meningkatkan peran dan  penerapan dari organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan/atau analog molekuler yang bertujuan untuk menghasilkan produk dan jasa.

Berdasarkan terminologinya, maka bioteknologi dapat diartikan sebagai berikut:

  1. “Bio” memiliki pengertian agen hayati (living things) yang meliputi organisme (bakteri, jamur, kapang), jaringan/sel (sel hewan atau tumbuhan), komponen sub-selulernya (enzim).
  2. “Tekno” memiliki pengertian teknik atau rekayasa (engineering) yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan rancang-bangun, misalnya untuk rancang bangun suatu bioreaktor. Cakupan teknik  yang ada cukup luas meliputi teknik industri dan juga teknik kimia.
  3. “Logi” sendiri bermakna satu atau gabungan ilmu pengetahuan alam (sains) yang mencakup ilmu matematika, fisika, kimia, dan tentunya biologi, serta ilmu pendukung lainnya. Dilihat dari sudut ilmu biologi, bioteknologi bisa dibilang merupakan suatu penerapan dari beberapa ilmu seperti biologi molekuler, mikrobiologi, biokimia, dan genetika.

Berdasarkan pengertian dari para ahli di atas, bisa disimpulkan bioteknologi merupakan penerapan berbagai disiplin ilmu, baik dari ilmu biologi hingga ilmu teknologi (engineering).

Oleh karena pengertian dan cakupan ilmunya cukup luas, tidak semua orang bisa menguasai disiplin ilmu ini secara penuh, melainkan harus diserahkan pada ahli masing – masing, baik itu dari ahli biologi, teknik, dan ilmu lainnya.

Sejarah Bioteknologi

Sejarah Bioteknologi sebenarnya sudah dimulai sejak dikenalnya pemanfaatan mikroorganisme untuk mengolah makanan dan minuman pada zaman dahulu sebelum masehi. Pada zaman dahulu orang dari mesir kuno telah mengenal pemanfaatan bakteri baik dalam proses pembuatan bir, anggur, keju, yoghurt, dan sebagainya.

Proses yang dilakukan masih sederhana dan menggunakan teknologi yang tidak canggih seperti saat ini, bioteknologi konvensial ini meski sederhana prinsipnya masih dipakai hingga kini.

Berkembangnya zaman membuat Bioteknologi juga mengalami perkembangan sesuai zamannya. Produksi alkohol, penisilin, berkembang pesat. Selain itu ada juga teknologi baru yang dibuat dalam beberapa bidang lain, seperti pada bidang kesehatan.

Di bidang kesehatan, bioteknologi dimanfaatkan dalam penemuan vaksin, antibiotik,atau insulin pada awal zaman modern. Pada sekitar medio 1950-an, perkembangan bioteknologi sudah berkembang pesat.

Hal ini selain karena banyak ilmuwan yang mempelajari hal ini semakin banyak, juga  ditandai dengan banyak teknologi-teknologi modern yang juga dapat digunakan untuk membuat bioteknologi.

Pada masa ini, penggunaan bioteknologi tidak lagi dilakukan dengan cara konvensional, akan tetapi sudah mulai merambah teknologi rekayasa genetik pada makhluk hidup agar hasil yang didapat semakin maksimal.

Dalam beberapa bidang lainnya, bioteknologi juga berkembang dan masuk pada bidang lain dalam kehidupan. Saat ini banyak aplikasi mutakhir bioteknologi seperti kultur jaringan, rekayasa genetik, hibridoma, dan juga kloning yang memiliki tujuan agar penemuan baru semakin memudahkan kehidupan manusia.

Dari sejarah yang panjang ini, kita bisa mengetahui banyak aplikasi bioteknologi yang sudah diterapkan pada kehidupan manusia. Ada beberapa contoh yang dapat diambil seperti produksi antibiotik, fermentasi, alcohol, teknologi pangan, dan juga teknologi limbah, yang semuanya masih tergolong pada bioteknologi konvensional.

Aplikasi  lain dari bioteknologi yang sudah ada juga berkembang ke ranah modern. Aplikasi ini mengarah pada beberapa poin, yang mengacu pada teknik rekayasa genetik, teknik gen kloning, dan beberapa teknik dari ilmu struktur dan fungsi DNA yang ditemukan oleh ilmuwanWatson dan Creck.

Dari beberapa aplikasi di atas, perkembangan penerapan bioteknologi dalam segala bidang kehidupan diyakini akan semakin meningkat. Hal ini karena akan banyak penemuan-penemuan baru yang akan membuat sejarah baru dalam hidup manusia. Penerapan teknologi seperti rekayasa genetika dan kloning bisa jadi adalah salah satu kemajuan besar teknologi bioteknologi saat ini.

Berdsarkan sejarah bioteknologi dan kemajuannya memang sudah tidak dapat dibantah oleh setiap manusia, karena bermanfaat bagi kehidupan masing – masing, termasuk kita. Berdasarkan penemuan yang ada saat ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang di kehidupan. Selain itu penemuan ini juga bisa memberi inspirasi ilmuwan masa kini untuk menciptakan bioteknologi yang terbaru untuk manfaat manusia kedepannya.

Prinsip Dasar Bioteknologi

Prinsip Dasar Bioteknologi

Meskipun bioteknologi memiliki banyak jenis dan berkembang dari waktu – ke waktu, namun pada dasarnya bioteknologi memiliki prinsip dasar yang sama dan dipakai dari waktu ke waktu, antara lain sebagai berikut :

1. Fermentasi

Fermentasi adalah salah satu bioteknologi yang paling umum dlakukan. Secara umum, fermentasi adalah bentuk produksi energi dalam sel anaerobik (tanpa udara), dalam prosesnya fermentasi adalah proses respirasi  organisme dalam lingkungan anaerobik.

Fermentasi adalah salah satu bioteknologi dengan prinsip mengubah suatu bahan menjadi bentuk lain / bahan lain melalui bantua mikroorganisme. Fermentasi sudah dikenal sejak zaman dahulu bahkan sebelum teknologi modern, namun masih dipakai hingga sekarang. Contohnya saja pembuatan tempe, keju, tape, anggur, yogurt, dan masih banyak lagi.

2. Seleksi dan Persilangan

Seleksi adalah proses manipulasi DNA yang ada pada organisme, baik itu organisme mikroba atau tanaman agar organisme tersebut memiliki kualitas lebih baik. Tujuan dari proses ini adalah agar ketika dilakukan persilangan kualitasnya lebih baik dari makhluk sebelumnya. Contoh produk dari bioteknologi ini adlah ayam Leghorn, padi Cisadane, kedelai Muria. Kebanyakan selekse dan persilangan bertujuan untuk membuat varietas unggul dari tanaman atau hewan yang sudah ada.

3. Analisa Genetik

Prinsip bioteknologi ini adalah untuk  mepelajari ciri  atau sifat dan gen makhluk hidup dari beberapa generasi dalam waktu tertentu. Tujuan analisa genetik adalah mendapatkan sifat dari gen agar lebih baik untuk keturunan berikutnya.

4. Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah  sebuah teknik pengembangan buatan suatu jaringan atau bagian dari makhluk hidup. Teknik pengembangan dan pemeliharaan kultur jaringan dibuat di luar individu makhluk tersebut. Biasanya media pemeliharaan ini dibuat dari tabung yang terpisah dari induk makhluk. Kultur jaringan bisa dilakukan di semua jenis jaringan, baik dari tumbuhan hingga hewan namun masing – masing memiliki komposisi yang berbeda.

Dalam kultur jaringan, secara teori dapat digunakan untuk menumbuhkan dan memperbanyak  jaringan (baik hewan atau tumbuhan) tanpa adanya hambatan dari organisme lain. Kultur Jaringan dapat digunakan untuk memproduksi produk pertanian, zat kimia, obat dalam jumlah besar. Contoh sederhana dari kultur jaringan adalah kultur jaringan anggerk dan pisang.

Secara sederhana kultur jaringan berpedoman pada prinsip Totipotensi. Teori Totipotensi bermakna semua bagian tanaman atau hewan dapat berkembang biak,  karena bagian tubuh tersebut memiliki jaringan yang hidup dan perkembang. Biasanya untuk kultur jaringan tanaman dapat dilakukan melalui tahapan berikut :

  • Pembuatan media
  • Inisiasi
  • Sterilisasi
  • Multiplikasi
  • Pengakaran
  • Aklimatisasi

5. Rekombinasi DNA

Rekombinasi DNA adalah prinsip bioteknologi dengan mengandalkan transfer beberapa bagian / segmen DNA dari satu organisme kedalam DNA organisme lain yang berbeda. Rekombinasi DNA berguna untuk menggabungkan beberapa ciri / sifat dari gen dari dua mahkluk hidup yang berbeda bahkan tidak terkait sama sekali. Contohnya adalah rekombinasi hormon insulis ke bakteri Bacillus thuringiensis yang cepat berkembang biak agar bakteri tersebut bisa memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk pengobatan orang diabetes.

6. Analisis DNA

Analisis DNA adalah proses  reaksi  rantai polymerase agar dapat membuat salinan dari sebuah DNA. Proses ini berguna untuk melihat dan memetakan sebuah DNA satu organisme untuk menentukan keturuan atau asal gen dari DNA tersebut. Contoh pemanfaatan analisa DNA dapat digunakan untuk mengenali DNA dari korban kecelakaan yang sudah sulit diidentifikasi (misalnya kecelakaan pesawat) untuk dicocokkan dengan DNA keluarga yang masih hidup.

Manfaat Bioteknologi

Manfaat Bioteknologi

Manfaat Bioteknologi sendiri banyak dalam berbagai segi kehidupan manusia. Kami sudah merangkum beberapa manfaat bioteknologi dalam bebeapa kategori berikut :

1. Manfaat di Bidang Pangan

Bioteknologi bermanfaat di bidang pangan dalam hal memenuhi kebutuhan penduduk akan makanan setiap harinya. Dengan bioteknologi dapat diciptakan sebuah makanan yang sehat, awet, dan juga bergizi tinggi bagi manusia. Kebanyakan bioteknologi konvensional memiliki peran dalam bidang ini.

Contoh manfaat terdapat pada makanan sehari – hari seperti tempe yang merupakan makanan kedelai hasil fermentasi dari jamur rhizopus, atau keju dan yogurth yang juga difermentasi menggunakan bakteri seri Lactobacillus sp.\

2. Manfaat di Bidang Pertanian

Sebagai negara Agraris, Indonesia sangat membutuhkan manfaat dalam bioteknologi untuk menunjang beberapa kegiatan pertanian yang dilakukan agar lebih maksimal dan memenuhi kebutuhan masyarat. Manfaat bioteknologi biasanya ada pada produk pertanian atau cara pengelolaan pertanian, contohnya adalah sebagai berikut :

a. Padi Transgenik

Padi jenis ini merupakan padi dengan DNA rekombinan yang bertujuan untuk menghasilkan padi berkualitas terbaik dan menyesuaikan dengan kondisi tertentu. Contoh saja padi rojolele yang diberi gen laktoferin agar tahan terhadap suhu dingin apabila hujan atau kemarau.

b. Tembakau Resistan Virus

Tembakau yang tahan tehadap virus TMV (Tobacco Mozaic Virus) adalah produk hasil bioteknologi. Teknologi ini dikembangkan oleh ilmuwan dari Universitas Whasington (Amerika Serikat) bernama Beachy. Tembakau jenis ini diberi gen  yang  tahan  terhadap  penyakit  TMV yang dimasukkan pada kromosom tembakau.

Pengembangan dari kromosom selanjutnya dibuat dengan teknik kultur jaringan. Hasilnya adalah tembakau yang tahan terhadap virus TMV yang kerap menjadi masalah bagi para petani tembakau di dunia.

c. Bunga Antilayu

Bunga antilayu adalah bioteknologi yang menggunakan prinsip pengubahan gen penyebab layu pada bunga. Hormon Etilen dapat menyebabkan layu dan membuat mahkota bunga sensitif. Agar tidak layu gen tersebut diubah dengan gen yang kurang sensitif pada mahkota. 

Hasil dari teknologi ini adalah bunga yang lebih tahan layu selama 3 minggu. Contoh pada bunga anyelir yang biasanya hanya bertahan pada 3 hari saja.

3. Manfaat di Bidang Lingkungan

Bioteknologi dapat diogunakan pada lingkungan untuk mengatasi pencemaran  lingkungan. Contohnya adalah dalam  mengatasi  pencemaran  akibat  tumpahan minyak di laut. Tumpahan minyak tersebut bisa dibersihkan dengan memanfaatkan bakteri Pseudomonas  putida. Dengan menggunakan bakteri jenis ini mampu  mengurai ikatan hidrokarbon minyak bumi sehingga membersihkan air laut dari pencemaran.

4. Manfaat di Bidang Kedokteran & Kesehatan

a. Antibiotik

Antibiotik masuk kedalam implementasi dari bioteknologi konvensional. Antibiotik merupakan senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dimanfaatkan untuk membantu pengobatan. Contohnya adalah Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum menghasilkan penisilin untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.

b. Hormon Insulin

Hormon insulin hasil bioteknologi adalah hormon insulin yang telah dicangkokkan ke dalam plasmid bakteri. Dengan hormon insulin dalam bakteri ini, maka pengidap diabetes dapat mendapatkan insulin dari luar pankreas yang terhambat atau terbatas. Insulin sendiri adalah hormon yang mengatur kadar gula dalam darah.

c. Vaksin Transgenik

Vaksin transgenik dibuat khusus menggunakan mikroba yang berguna untuk memicu terbentuknya sistem kekebalan tubuh. Proses pembuatan vaksin dilakukan melalui teknik DNA rekombinan dengan mengisolasi gen yang menjadi penyebab sebuah penyakit (antigen) dari sebuah mikroba. Gen tersebut kemudian dimasukkan pada plasmid mikroba yang telah dilemahkan sehingga mikroba ini tidak berbahaya karena telah dihilangkan bagian yang menimbulkan penyakitnya.

d. Antibodi Monoklonal

Berbeda dengan vaksin, antibodi monoklonal adalah sebuah implementasi bioteknologi untuk menghasilkan antibodi terus menerus menggunakan media bakteri. Antibodi monoklonal dibuat berdasarkan prinsip fusi protoplasma. Fusi protoplasma adalah gabungan dua sel atau jaringan yang sama dari dua sel dari organisme yang berbeda dalam suatu medan listrik.

Fusi protoplasma dapat menghasilkan antibodi juga dapat memperbanyak diri secara terus-menerus seperti sel kanker yang hasilnya menjadi antibodi monoklonal.

Jenis – jenis Bioteknologi

Dewasa ini terdapat dua jenis bioteknologi yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Penjelasan dari kedua teknologi ini adalah sebagai berikut

1. Bioteknologi Konvensional

pengertian bioteknologi konvensional

Bioteknologi konvensional atau bisa disebut bioteknologi tradisional merupakan penerapan bioteknologi yang sudah ada sebelum ilmu pengetahuan dan teknologi modern belum berkembang pesat. Kebanyakan bioteknologi konvensional masih bersifat terbatas dan dilakukan dengan teknologi fermentasi dalam skala kecil dan melalui proses pembuatan yang sederhana.

Contoh dari bioteknologi konvensional ini dapat anda temukan di kehidupan sehari-hari seperti pembuatan bahan makanan seperti tape, kecap, keju, anggur, tempe, dan sebagainya. Selain itu aplikasi dari bioteknologi konvensional ialah teknik persilangan tradisional dibidang pertanian atau peternakan untuk mencari bibit unggul tanaman atau ternak.

2. Bioteknologi Modern

contoh bioteknologi modern

Bioteknologi modern adalah jenis penerapan bioteknologi yang sudah menggunakan teknologi mutakhir dan menggunakan beberapa teknik yang berkaitan dengan rekayasa genetik. Bioteknologi modern biasanya menggunakan cara manipulasi gen, sel, dan jaringan hidup secara sengaja namun dapat dikendalikan. Hal ini bertujuan agar menghasilkan jaringan modern dan menciptakan organisme unggulan dari yang sudah ada.

Contoh bioteknologi modern yang sering dijumpai adalah produksi hormon insulin, antibiotik, vaksin, hewan transgenik, tanaman tahan hama dan virus, kloning domba, dan masih banyak lagi.

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

Setelah pada poin sebelumnya telah dibahas mengenai apa itu bioteknologi konvensional dan modern, berikut adalah perbedaan mendasar dari kedua jenis bioteknologi tersebut. Perbedaannya adalah sebagai berikut :

  1. Bioteknologi konvensional menggunakan proses sederhana seperti fermentasi. Sedangkan bioteknologi modern sudah menggunakan teknologi canggih dan rekayasa genetika
  2. Bioteknologi konvensional dapat dilakukan dengan alat yang sederhana. Sedangkan bioteknologi harus menggunakan alat yang modern dan dilakukan di laboratorium atau tempat khusus.
  3. Biaya yang dikeluarkan untuk bioteknologi konvensional relatif murah. Sedangkan bioteknologi modern harus mengeluarkan biaya tinggi termasuk pada pemakaiannya.
  4. Waktu pembuatan produk bioteknologi konvensional lebih lama dibandingkan bioteknologi modern.
  5. Bioteknologi konvensional sudah diterapkan sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan sebelum zaman masehi. Sedangakan bioteknologi modern baru diterapkan di abad ke 20.
  6. Bioteknologi konvensional tidak dapat mengatasi masalah perbaikan genetik yang terarah. Sedangkan bioteknologi modern dapat mengarahkan perbaikan teknologi yang dimiliki.
  7. Bioteknologi konvensional dapat diketahui pengaruh jangka panjangnya, misalnya pada makanan. Sedangkan bioteknologi modern belum dapat diketahui pasti pengaruh jangka panjangnya.
  8. Bioteknologi konvensional biasanya dapat mengatasi masalah umum pada manusia, seperti ketersediaan pangan sehari – hari. Bioteknologi modern dapat mengatasi problem manusia di masa yang akan datang, misalnya bagaimana menciptakan produk pangan unggulan dengan gen tertentu.

Manfaat Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional yang sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu meskipun pengolahan dan prinsipnya sederhana, namun memiliki manfaat besar dalam kehidupan manusia. Kami telah merangkum beberapa manfaat bioteknologi konvensional dalam poin berikut :

  1. Bioteknologi konvensional bermanfaat untuk meningkatkan nilai pada sebuah bahan makanan. Misalnya pengolahan susu menjadi yoghurt, keju dan mentega dapa menaikkan nilai dari produk tersebut.
  2. Bioteknologi konvensional bisa membantu dalam memenuhi bahan pangan atau kekurangan pangan, misalnya memproduksi roti dan keju untuk cadangan makanan bagi manusia.
  3. Bioteknologi konvensional bisa digunakan untuk menciptakan sumber makanan baru. Misalnya pengolahan air kelapa menjadi nata de coco dan lainnya.
  4. Bioteknologi konvensional menciptakan peluang usaha yang cukup mudah dijangkau masyarkat pada umumnya. Misalnya usaha tempe dan tahu atau usaha keju lebih murah biaya produksinya daripada usaha rekayasa genetik / bayi tabung yang perlu riset dan alat yang canggih.
  5. Bioteknologi konvensional bisa mengatasi masalah keterbatasan lahan pertanian yang ada. Dengan menggunakan teknik hidroponik maka bertani dengan penggunaan lahan terbatas bisa dilakukan dimanapun, namun hasil yang diterima tetap bernilai ekonomi tinggi.

Tuntas sudah tulisan kami mengenai bioteknologi, dari mulai pengertian hingga pemanfaatan ternyata bioteknologi ini memang sangat penting bagi kehidupan manusia saat ini.

Semoga kedepannya bioteknologi semakin berperan dan berkembang bagi masa depan manusia. Sekian tulisan dari kami mengenai materi bioteknologi, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda akan bioteknologi.

Tinggalkan Balasan