Ciri Orang yang Bergabung Kelompok Teroris
Ciri Orang yang Bergabung Kelompok Teroris - economist.com

Ciri-Ciri Orang yang Bergabung dengan Kelompok Teroris – Aksi teror kembali terjadi di Indonesia, setelah sebelumnya terjadi Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, juga terjadi serangan susulan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela dan dua gereja lainnya di Surabaya pada pagi kemarin, Minggu (13/5/2018). Menurut laporan berita, korban meninggal mencapai 10 orang dan 41 orang lainnya mengalami luka-luka berat dan ringan.

Kejadian teror seperi ini, jadi pengingat bagi kita tentang bahayanya berbagai serangan terorisme di Indonesia. Aparat keamanan dibelahan dunia lain pun tentu akan mengalami kesulitan yang sama dalam mengatasi para teroris, mengingat mereka melancarkan aksinya secara sembunyi-sembunyi. Ini yang menjadikannya sulit memberantas jaringan kelompok terorisme di Indonesia, ditambah lagi dengan RUU terorisme yang belum final.

Kelompok teroris dari waktu ke waktu selalu melakukan perekrutan anggota baru, dengan tujuan agar jumlah anggota mereka semakin banyak, dan memudahkan dalam melakukan banyak aksi teror.

Ternyata dalam proses perekrutannya, kelompok teroris memiliki berbagai cara atau media, seperti masuk kedalam berbagai lembaga pendidikan, dan kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh kelompok mereka dengan tujuan untuk mengajak dan mencuci otak.

Namun seiring berkembangan teknologi khusunya intenet, kini mereka banyak melakukan kegiatan penyebaran faham-faham mereka melalui berbagai media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, Telegram dll.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), selama ini yang menjadi target perekrutan kelompok radikal adalah pada anak usia muda. Bahkan menurut Sekretaris Utama BNPT, Mayor Jenderal Abdul Rahman mengatakan, 80-90% yang menjadi sasaran kelompok radikal adalah anak muda.

“Kaum muda saat ini menjadi target kelompok radikal, dengan cara menyuci otak mereka menjadi teroris,” papar Rahman di sela acara “Workshop Program Damai di Dunia Maya Dalam Pencegahan Terorisme,” di Sanur, Denpasar, Kamis (12/11/2015).

Kemudian para pemuda yang berhasil direkrut, akan dicuci otaknya dan dijadikan pelaku berbagai serangan kelompok teroris. Sejak terjadinya peristiwa pengeboman Bali pertama, pada tahun 2002, kelompok teroris sudah menggunakan anak muda sebagai pelaku bom bunuh diri atau yang biasa mereka sebut ‘pengantin’.

Dalam hal penanggulangan dan penangkapan para komplotan teroris, tentu aparat keamanan perlu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat yang menginginkan situasi aman dan kondusif.

Perlu diketahui, mereka yang telah terpapar paham radikalisme dan terorisme, biasanya mempunyai perubahan atau perbedaan sikap. Ada beberapa ciri-ciri yang biasa dialami oleh orang yang sudah teracuni otaknya oleh paham terorisme.

Berikut beberapa ciri orang yang sudah bergabung dengan kelompok teroris dari berbagai sumber.

1Tertutup Terhadap Lingkungan

Para anggota teroris bisa tinggal dimana saja, baik pedesaan maupun perkotaan. Namun yang membedakan adalah mereka tidak berbaur dengan masyarakat sekitar, dan menutup diri dari dunia luar.

Mereka hanya akan berhubungan atau berkomunikasi dengan kelompoknya.Walapun berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, hanya sekedar menyapa dan tidak banyak basa-basi.

2Meninggalkan Rutinitas

Biasanya orang yang mulai terpengaruh dengan pemahaman terorisme, perlahan akan meninggalkan beberapa kegitan yang rutin dilakukan seperi sekolah, kuliah, pekerjaan dan bahkan meninggalkan rumah, karena aktif berinteraksi dengan kelompoknya.

Setelah menjadi anggota teroris, hampir seluruh rutinitas yang berususan dengan masalah duniawi akan ditinggalkan, akan banyak aktif berinteraksi dengan kelompoknya.

3Perubahan Sikap yang Signifikan

Orang yang bergabung dengan kelompok teroris, sikapnya akan berubah secara drastis. Seperti jadi pribadi yang tertutup, seperti orang tertekan kejiwaannya, minim empati, bahkan kadang jadi memiliki 2 keperibadian(split personality).

Juga sikap lainnya yang bisa dilihat adalah orang tersebut akan menganggap orang atau kelompok lain dari kelompoknya adalah kafir, yang harta dan darahnya adalah halal. Akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dari program atau keinginan kelompoknya. Disharmonisasi hubungan dengan anggota keluarga, teman dan lingkungan sekitar.

4Tidak Memiliki Pekerjaan yang Jelas

Beberapa kasus yang terjadi, para anggota teroris yang sudah siap menjadi calon ‘pengantin’ akan mendapatkan pendanaan untuk biaya hidup selama masa persiapan. Jadi jangan heran, jika mereka tidak memiliki perkerjaan tetap atau bahkan tidak bekerja sama sekali, namun mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya.

5Tempat Tinggal Berpindah-Pindah

Anggota teroris biasanya akan sering berpindah tempat tinggal, dari tempat satu ke tempat lainnya, tujuan untuk menghindari kejaran intelijen dan polisi, menghapus jejak, menghindari penangkapan, dan mendekati target sasaran.

Beberapa kasus, ada yang tinggal sendirian, berkelompok atau bahkan satu keluarga. Juga ada kalanya, mereka menerima tamu asing, datang secara bergantian, biasanya untuk menyampaikan informasi, atau memastikan kesiapan calon ‘pengantin’.

6Melakukan Aktivitas Mencurigakan

Hal lain yang harus diperhatikan adalah, anggota teroris biasanya melakukan aktivitas mencurigakan diwaktu-waktu tertentu. Seperti banyak melakukan aktivitas di malam hari, karena biasanya proses merakit bom dilakukan pada malam hari. Hal yang tidak lazim adalah membeli bahan peledak dalam jumlah banyak.

Jika anda jumpai orang sekitar lingkungan anda dengan ciri-ciri diatas, baik itu tentangga, teman, maupun keluarga, harus segera melakukan pendekatan juga memberi arahan yang baik dengan cara yang benar.

Namun yang harus diperhatikan adalah, kita harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk berdialog dengan orang dengan ciri-ciri diatas, jika dirasa ilmu kita belum cukup, bisa dengan meminta bantuan orang yang lebih berpengalaman atau bisa menghubungi pihak polisi, ataupun BNPT setempat, agar ada tindakan langsung untuk menyadarkan orang yang sudah dicuci otaknya oleh paham terorisme.

Penting untuk diperhatikan jika ciri-ciri ditas tidak sepenuhnya benar, masyarakat tidak boleh bertindak semena-mena, namun tetap waspada terhadap orang yang memiliki ciri-ciri diatas. Karena masyarakat juga punya peran penting dalam memberantas terorisme. Jangan sampai kita acuh terhadap orang sekeliling kita yang dicurigai sebagai teroris.

Note : Referensi artikel berasal dari beberapa sumber seperti:

  • wowmenariknya.com,
  • news.okezone.com,
  • media.iyaa.com,