Grab Decacorn Pertama Asia Tenggara

Bicara soal bisnis memang tidak akan ada habisnya. Mengingat bisnis akan selalu berkembang dengan berbagai inovasi yang dilakukan. Bisa dalam hal pengembangan produk atau jasa, perluasan jaringan atau pangsa pasar, sederet promo menarik  hingga beragama inovasi lain yang sengaja terus dimunculkan demi meningkatkan angka penjualan sekaligus memperbesar skala perusahaan.

Tak sedikit di era millennial ini, bermunculan startup yang memang diawali oleh seorang atau beberapa penggagas yang sifatnya perorangan. Berawal dari ide yang memunculkan sebuah hal baru hingga bisa dipasarkan dan diterima masyarakat luas, sampai pada akhirnya mampu berkembang bahkan bisa menyejajarkan diri dengan deretan perusahaan yang memang sudah memiliki nama.

Grab Menjadi Decacorn Pertama dan Satu-satunya di Asia Tenggara

promo grab, pilih gabung gojek atau grab

Startup-startup kini semakin menjamur. Hanya saja ada beberapa di antara mereka yang pada akhirnya berhasil meraih minat pemodal untuk menggelontorkan dana. Sampai pada akhirnya mampu berdiri tegak menjadi startup unicorn yang merupakan perusahaan rintisan yang berhasil mengantongi angka valuasi lebih dari USD 1 miliar.

Bahkan saat ini di Asia Tenggara sudah ada 8 unicorn yang berhasil, termasuk empat di antaranya ada di Indonesia. Salah satunya Grab yang merupakan satu dari 8 unicorn Asia Tenggara yang saat ini mampu memposisikan diri menaikkan levelnya menjadi Decacorn. Apa itu Decacorn?

Startup decacorn merupakan startup yang memiliki angka valuasi lebih dari 10 miliar Dollar Amerika Serikat. Tentu ini angka fantasis, 10 kali lipat dari level Unicorn. Di mana angka tersebut setara dengan Rp 141 triliun bila nilai kurs 1 Dollar AS = Rp 14.100.

Saat ini Grab menjadi satu-satunya startup asal Asia Tenggara yang berhasil meraih level tersebut. Bahkan Grab menjadi satu-satunya Decacorn di Asia Tenggara yang mampu menyejajarkan diri dengan startup decacorn lain di dunia. Sebut saja Uber, SpaceX, Pinterest, Snapchat, dan Airbnb.

Seperti apa sih perjuangan dan keistimewaan Grab sehingga bisa meraih level tinggi setelah unicorn ini? Berikut enam fakta Grab yang harus kamu ketahui.

1. Pendiri Grab

Anthony Tan dan Tan Hooi Ling Pendiri Grab

Bukan perkara mudah memulai sebuah bisnis rintisan. Sebelum akhirnya sukses dengan status barunya sebagai startup decacorn, Grab juga mengawali semuanya dari nol. Sosok pendiri Grab sendiri merupakan dua orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang sama. Mereka adalah Anthony Tan dan Tan Hooi Ling.

Dua orang ini memulai usahanya pertama kali di Kuala Lumpur, Malaysia. Dua pria ini pernah meraih gelar Master f Business Administration (MBA) di Harvard University. Meski sama-sama menempuh pendidikan di universitas yang sama, keduanya ternyata memiliki perbedaan karakter yang mencolok hingga akhirnya saling melengkapi dalam membangun startup Grab.

Anthony yang merupakan sosok populer dan terbuka lebih mendominasi pada bidang pemasaran serta hubungan dengan investor. Sementara Hooi Ling lebih pada bidang operasional perusahaan dan memastikan para pekerja di dalamnya bekerja dengan benar. Sehingga Anthony dan Hooi Ling ini saling melengkapi satu sama lain.

Pada saat awal meluncurkan aplikasi MyTeksi yang merupakan cikal bakal Grab, Hooi Ling kala itu masih bekerja sebagai karyawan di McKinsey di Amerika Serikat. Sampai pada akhirnya ia melihat peluang besar startup di Malaysia hingga memutuskan resign dan kembali ke negara asalnya.

2. Deretan Modal yang Didapatkan

Bicara soal perkembangan sebuah startup, tentu tidak luput dari adanya investor. Suntikan dana yang bisa menjadi modal ini sangatlah penting dalam sebuah perusahaan, terutama startup. Grab juga banyak dilirik dan memiliki banyak peluang dapatkan suntikan dana dari investor besar di mancanegara. Berkat modal yang besar inilah, Grab mampu mengembangkan layanannya mulai dari ojek, mobil pribadi, pengiriman, hingga R&D perangkat lunak.

Grab memiliki banyak suntikan modal sehingga tidak heran bila mampu mencapai valuasi 10 miliar Dollar AS saat ini. Diketahui Softbank pernah menggelontorkan dana untuk Grab selama empat tahun terakhir. Bahkan sudah empat kali suntikan dana Softbank yang masuk ke Grab.

Total suntikan dana dari Softbank ini mencapai angka USD 4 miliar atau setara Rp 58,2 triliun. Namun dengan catatan USD 2,5 miliar dari angkat tersebut dibagi dengan Didi Chuxing. Bahkan startup decacorn pertama Asia Tenggara ini pernah mendapat modal dari Vision Fund dan berhasil kumpulkan dana hingga 3 miliar Dollar Amerika Serikat.

3. Berhasil Mengakuisisi Uber di Asia Tenggara

Salah satu keberhasilan yang begitu tampak dari Grab di Asia Tenggara adalah mengakuisisi perusahaan Uber yang ada di kawasan tersebut. meskipun Uber menjadi salah satu startup decacorn dunia, tapi keberadaannya di Asia Tenggara justru berhasil dicaplok oleh Grab.

Tepat pada 26 Maret 2018, operasional Uber pada 8 negara Asia Tenggara diakuisisi Grab. Sehingga jaringan Grab pun meluas pesat di kawasan Malaysia, Filipina, Indonesia, Myanmar, Kamboja, Singapura, Vietnam, serta Thailand.

4. Tersebar di Semua Negara Kawasan Asia Tenggara

Keberhasilan yang ditunjukkan Grab yang pastinya dapat terlihat adalah pangsa pasarnya. Grab sudah berhasil melebarkan sayap di semua negara di kawasan Asia Tenggara. Ekspansi 8 negara, termasuk masuk ke Indonesia, Grab sudah melayani 336 kota yang tersebar di negara-negara tersebut. Langkah yang luar biasa bukan? Kapan Gojek akan mengikuti jejak kompetitornya ini ya?

5. Ribuan Armada

Menjangkau 336 kota yang tersebar di delapan negara Asia Tenggara, tentunya Grab memiliki armada yang besar. Grab menjadi tulang punggung sekaligus penopang ribuan mitra pengendara yang ada di delapan negara Asia Tenggara. Startup ini juga sudah memiliki jutaan armada baik itu kendaraan roda dua ataupun roda empat yang sudah beroperasi. Tentu ini tak main-main, sehingga pastinya Grab memiliki tanggung jawab besar menjaga keseimbangan baik untuk mitra ataupun pengguna layanan.

6. Banyak Promo

Tak kalah menariknya dari Grab adalah banyaknya promo yang diberikan demi bisa meraih kedekatan dengan masyarakat pengguna layanan. Grab memang sering memberikan promo berupa diskon hingga cashback. Jadi tidak mengherankan bila Grab mampu membuat konsumen betah menggunakan aplikasi layannya.

Bahkan angka-angka diskon yang ditawarkan oleh Grab ini tak main-main. Promosi Grab di Indonesia misalnya, dibagi ke dalam tiga bagian, ada Jakarta, luar Jakarta, dan promosi tagihan dan isi pulsa bagi pengguna di seluruh Indonesia. Promosi di Jakarta saja, Grab memberikan diskon kisaran 50-70 persen. Sementara cashback diberikan kisaran 10-20 persen. Sangat menarik bukan promo Grab ini?

Sebagai startup Decacorn pertama dan satu-satunya saat ini di Asia Tenggara. Mungkinkah Grab akan naik level jadi Hectocorn yang memiliki valuasi lebih dari 100 miliar Dollar AS kelak?