Ini Kisi-kisi Tes SKB CPNS 2018 tentang PermenPAN-RB Nomor 6 Tahun 2014
Ini Kisi-kisi Tes SKB CPNS 2018

Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 sebagian masih ada yang masih mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sampai Rabu (7/11) kemarin, baru sekitar  9 persen peserta yang berhasil mendapatkan nilai passing grade dalam tahapan SKD.

Jumlah yang lolos tersebut sangat kecil dibandingkan dengan jumlah formasi yang dibutuhkan pada setiap instansi. Dengan hasil yang tidak memuaskan tersebut, pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) telah melakukan evaluasi yang membahas mengenail hal ini.

Baca juga : 8 Instansi ini Telah Umumkan Hasil Tes SKD CPNS 2018, Cek Hasilnya Sekarang!

Sedangkan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) tengah menyiapkan beberapa opsi kebijakan untuk mengantisipasi banyaknya CPNS 2018 yang tidak lulus dalam seleksi SKD.

“Saya memang hanya akan bicara data dan fakta. Sampai sekarang kira-kira hanya 9 persenan secara nasional yang lolos passing grade (pada tiap instansi),” Ungkap Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Mohammad Ridwan, yang dikutip dari laman Liputan 6 Rabu (13/11).

Dirinya juga mengungkapkan bahwa sedikitnya peserta yang berhasil lolos pada tahap SKD ini menjadi pembahasan ketika rapat BKN dan Panselnas. “Yang jelas akan ada rapat Panselnas yang membahas hasil, evaluasi, terhadap hasil SKD yang (lolos) 9 persen ini,” jelasnya.

Pada Tahapan Seleksi Kompetensi Dasar berisikan tiga jenis materi, yaitu Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Dari ketiga jenis soal yang harus dikerjakan oleh para CPNS 2018,  Tes Karakteristik Pribadi (TKP) menjadi jenis soal yang sulit dikerjakan oleh peserta. Untuk lolos tahap ini seperti harus mendapatkan nilai melebihi passing grade, yaitu TIU minimal 80, TWK minimal 73, TKP minimal 143.

Sedikitnya jumlah peserta yang bisa melewati passing grade pada tahap SKD, tentu ini akan berdampak pada tahap selanjutnya, yaitu pada tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Namun masalahnya, untuk lulus pada tahapan SKB, peserta harus mendapatkan nilai tiga kali dari formasi yang telah ditentukan untuk memenuhi syarat dalam seleksi CPNS 2018.

“Padahal, yang diperlukan ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) jumlahnya minimal tiga kali formasi untuk memenuhi syarat dalam seleksi CPNS 2018 tahap SKD,” ungkap Menteri PAN-RB Syafruddin yang dikutif dari enpan.go.id.

Menteri Syafruddin juga menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya dan Panselnas tengah melakukan evaluasi dan mengumumkan solusinya dalam waktu dekat mengenai hal ini.

“Panselnas saat ini tengah menyikapi perkembangan pada tahap awal ini untuk kemudian mengambil langkah-langkah terbaik untuk memenuhi kebutuhan negara. Yang jelas langkah yang akan diambil tidak akan merugikan, bahkan akan menguntungkan semua pihak,” ujar Syafruddin.

Ia juga menjelaskan bahwa solusi yang akan dibuat tidak akan merugikan pihak tertentu, Panselnas saat ini sedang menyikapi perkembangan yang ada untuk mengambil langkah-langkah terbaik untuk memenuhi kebutuhan negara. Yang jelas langkah yang akan diambil tidak akan merugikan, bahkan akan menguntungkan semua pihak,” lanjutnya.

Pada instansi kementeriannya sendiri saat ini membutuhkan tambahan PNS untuk memberikan pelayanan terbaik kepada publik. “Pemerintah punya kewajiban untuk melayani publik. Publik juga semakin menggeliat untuk mau berperan dalam roda pemerintahan, terutama untuk tenaga pendidikan seperti guru dan dosen serta tenaga kesehatan,” tambahnya.

Kisi-kisi Tes SKB CPNS 2018 dari BKN

Sementara itu, di akun Twitter resmi milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah membagikan kisi-kisi yang harus dipelajari untuk menghadapi soal-soal yang akan muncul pada tahap seleksi Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Khususnya mengenai dua jenis jabaran atau formasi yang ditetapkan dalam Seleksi Nasional CPNS 2018.

Kisi-kisi dilansir dari brilio.net yang bersumber dari akun Twitter @BKNgoid Rabu (14/11), berikut adalah 5 kisi-kisi tes Kompetensi Bidang (SKB) untuk peserta yang lolos pada seleksi pertama.

1. Dalam seleksi CPNS 2018 terdapar dua jenis formasi atau jabatan, yaitu Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Jabatan Pelaksana (JP). Untuk jabatan seperti uru, dokter, apoteker dan sejenisnya masuk kedalam Jabatan Fungsional Tertentu.


2. Untuk Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) tugas-tugasnya berhubungan dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB). Contohnya seperti pada PermenPAN-RB Nomor 6 tahun 2014 tentang Pranata Humas dan Angka Kredit. Nah, untuk Anda yang memilih formasi JFT, maka soal-soal yang muncul pada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2018 ini banyak berhubungan dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB).


3. Materi yang membahas tentang PermenPAN-RB dan tentang Jabatan Fungsional Tertentu bisa dibaca dai laman website menpan.go.id. Peserta bisa mencari PermenPAN-RB yang berhubungan dengan jabatan atau formasi yang dipilih sebelumnya. Materi soal pada tahap SKB berhubungan dengan dua hal tersebut.

4. Untuk peserta yang mendaftar untuk Jabatan Pelaksana (JP), ada PermenPAN-RB tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana. Dalam peraturan ini menjelaskan tentang tugas yang harus dilakukan oleh pelamar JP. Jadi, soal yang muncul pada SKB yang memilih JP, banyak berhubungan dengan hal tersebut. Mengenai contoh Jabatan Pelaksana adalah Analis Kerja Sama, Analis Akuntabilitas Kinerja dan jabatan sejenisnya.

5. Namun kisi-kisi Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) ini berlaku untuk instansi atau lembaga pusat. Selain itu, Seleksi Kompetensi Bidang bisa saja dilakukan melalui wawancara atau kesamaptaan, tergantung kebijakan dari masing-masing instansi nantinya.