Bitcoin Sumber : fortunedotcom.files.wordpress.com
Bitcoin Sumber : fortunedotcom.files.wordpress.com

Sebelum ke topik pembahasan mari kita ulas sedikit apa itu Bitcoin ? Bitcoin merupakan mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Mata uang ini seperti halnya Rupiah atau Dollar, namun hanya tersedia di dunia digital.

Nah saat ini salah satu bursa Bitcoin terbesar di China mengatakan akan menghentikan pertukaran bitcoin pada pemasaran,itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari adanya peringatan pemerintah mengenai mata uang digital. BTCC mengatakan akan berhenti melakukan jual beli pada 30 September sebagai respons terhadap peraturan pengetatan.

Pemerintah Cina khawatir akan resiko keuangan terhadap negara kedepannya serta adanya investasi yang spekulatif. Pihak berwenang Cina menyatakan keprihatinannya atas resiko investasi yang terkait dengan mata uang kripto dan memerintahkan pelarangan penawaran koin awal, atau ICO awal bulan ini.

Pada tanggal 13 September, Asosiasi Keuangan Internet Nasional yang didukung pemerintah Cina mengeluarkan sebuah peringatan karena mata uang virtual diketahui banyak digunakan sebagai alat untuk penggalangan dana ilegal serta pencucian uang.
BTCC, salah satu platform Bitcoin terbesar di dunia, mengatakan dalam sebuah tweet nya pada hari Kamis setelah “mempertimbangkan dengan cermat” perintah dari regulator, perdagangan di platformnya akan berhenti beroperasi mulai dari hari kamis 14 September kemarin.

CEO JPMorgan Jamie Dimon skeptis terhada investasi uang digital Sumber : http://static1.businessinsider.com
CEO JPMorgan Jamie Dimon skeptis terhada investasi uang digital Sumber : http://static1.businessinsider.com

Penutupan BTCC terjadi setelah ada spekulasi bahwa pemerintah Cina berencana untuk sepenuhnya melarang pertukaran. Namun regulator belum membuat pengumuman resmi tentang kabar itu. Regulator di seluruh dunia saat ini tengah mencoba untuk mengatasi resiko seputar mata uang virtual.

Bahkan badan pengawas keuangan Inggris memperingatkan pekan ini bahwa ICO “sangat berisiko tinggi, karena investasi spekulatif,” sementara komisi pertahanan dan komisi penukaran dari USA mengatakan pada bulan Juli bahwa beberapa ICO harus diatur seperti saham lainnya.

Regulator di Singapura, Hong Kong dan Kanada juga telah menunjukkan beberapa peringatan bahayanya investasi bitcoin. Mata uang digital tidak hanya mendapat sorotan dari pemerintah saja, bahkan sektor swasta pun tengah menganalisa dampak investasi bitcoin. Minggu ini, CEO JPMorgan Jamie Dimon mencap Bitcoin sebagai “kecurangan” dan mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memecat pekerjanya yang ketahuan berinvestasi bitcoin.